Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2014

Perihal Anjing

Banyak hal yang bisa diperhatikan ketika saya melihat si doskray jalan-jalan bersama anjingnya, Joy. Kami berjalan kaki dengan rute yang cukup jauh yaitu pulang pergi Dago-Cibeunying. Untuk sampai ke Cibeunying, tentunya kami harus melewati jalan yang padat manusia, terutama daerah Dipatiukur merupakan lingkungan kampus.



Melihat respon orang-orang yang berdekatan dengan Joy itu menarik. Ada yang sengaja menghampiri untuk bilang "ih lucu" bahkan mengelus, ada yang menjauh, ada yang meringis takut, dan ada yang kaget dengan lebay. Yang geleuh sih yang terakhir itu, yang kaget dengan lebay seperti mengangkat kaki seolah-olah Joy akan menghampiri. GR banget lu!

Saya mengerti bahwa anjing bukanlah binatang yang familiar ditemukan di jalanan Bandung layaknya kucing. Mungkin berbeda dengan Bali atau Menado yang mayoritas penduduknya bukan Islam, kalian bakal menemukan banyak anjing yang berkeliaran. Saya menduga ketidakbiasaan itu adalah karena alasan najis yang sudah terpatri dala…

Review Buku: Gelombang

Tampaknya tahun ini adalah tahun sci-fi untuk saya. Setelah disuguhi film Interstellar karya Christopher Nolan yang mengenyangkan, buku Gelombang karya Dewi Lestari juga turut menyemarakan tahun sci-fi ini.



Akhirnya setelah karya-karya kecil yang kurang memuaskan (kecuali Rectoverso) seperti Madre, Filosopi Kopi, dan Perahu Kertas, Dewi Lestari kembali pada jalurnya. Jalur awal yang membuat saya jatuh cinta padanya saat ia menulis Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh.

Secara singkat, novel terbaru yang judul Gelombang ini menceritakan tokoh Alfa yang terus terlahir kembali ke dunia untuk menjalankan sebuah rencana. Karena setiap reinkarnasi menimbulkan amnesia, Alfa mendapatkan tanda-tanda melalui mimpi sadar (lucid dreaming) yang mengarahkannya kepada orang-orang yang dipilih Alfa di kehidupan sebelumnya. Orang-orang tersebut bertugas mengingatkan rencana Alfa dan menjauhi Alfa dari orang-orang yang ingin mencelakainya.

Jika dibandingkan novel sebelumnya, Partikel, saya jauh lebih meny…

A Day of Gratitude

Life's been so majestic to me. Karena"majestic"-nya, sampai lama tidak update blog. Padahal banyak hal yang menyenangkan yang saya alami, dari jalan-jalan ke Pahawang bersama teman hingga liputan Karapan Sapi di Madura. Oleh karena itu, saya merasa sangat bersyukur.

Saya merasa sangat bersyukur jika mengingat dari mana saya berasal. Orang tua saya bukanlah dua orang yang berada dan mengenyam pendidikan tinggi. Mereka juga bukan orang yang biasa-biasa. Justru, mereka berada di bawah standar sosial itu.

Lima hari di minggu kemarin, saya liputan acara Bank Indonesia tentang ekonomi dan keuangan syariah. Di dalam acara tersebut, ada sebuah talkshow tentang pemberdayaan perempuan untuk melakukan usaha. Di sesi tanya jawab, ia menyampaikan kebingungannya karena suaminya meninggal dunia, ia harus bekerja, sementara ada dua anak yang harus diurus. Ia harus memberi nafkah namun takut kedua anaknya terbengkalai.

Salah satu narasumber berkata, "Bu, beruntung di Indonesia, kelu…