Ayo, Maksimalkan Manfaat Alam

Ladies, gaya hidup sekarang itu sudah tidak zaman merokok sampai kanker, narkobaan sampai menyusahkan keluarga, atau minum sampai mabuk rese. Gaya hidup sekarang itu hidup sehat! Kalau tidak percaya, coba tengok majalah-majalah yang ada di toko buku. Pasti membahas gaya hidup sehat, 'kan? Ya walaupun majalah mana ya yang bahas hal negatif. Heu.

Agak tumben ya pembuka tulisannya kayak gini. Kebiasaan menulis di kantor agak sedikit terbawa.

Ceritanya belakangan ini saya mencoba untuk memanfaatkan alam demi hidup yang lebih sehat. Hal-hal yang saya lakukan untuk menjaga kesehatan di dalam dan luar tubuh adalah sebagai berikut:

Minum perasan air lemon
Awalnya saya keranjingan infused water. Tapi karena buah itu rawan pestisida, agar ngeri juga harus mencampurkan buah dengan kulitnya di air. Jadi, setiap pagi saya memeras lemon ke dalam air hangat. Lemon dipercaya dapat membantu pencernaan dalam menyerap nutrisi makanan dan memiliki kandungan vitamin C. Ini cocok sekali untuk saya yang tidak setiap hari makan buah karena yang jualan buah cukup jauh dari tempat tinggal. Apalagi angkot mahal kan. Curhat.

Minum teh hijau
Sumber foto: http://foodfitnesswellness.com/
Saya memilih untuk suka teh dibandingkan kopi. Alasannya sederhana yaitu saya bisa minum teh tanpa gula. Kalau minum kopi dengan gula setiap hari, aduh takut diabetes. Kalau kata websitenya National Geographic Indonesia, minum teh hijau teratur dapat membantu meningkatkan kesehatan mental (ini penting untuk tetap waras di Jakarta yang keras), melawan diabetes, membantu penurunan berat badan (tidak berharap banyak, anggap saja bonus), mengobati penyakit gusi dan mampu mengontrol kolesterol. Teh hijau juga sudah terbukti efektif memerangi kanker payudara, ovarium, usus, kulit, perut, paru-paru dan kandung kemih. Whoa! Apakah ini daun ajaib? Apakah ini daun dari surga?

Jangan minum teh setelah makan sayuran agar nutrisinya tidak hilang, sebaiknya minum setelah makan daging-dagingan. Oleh karena itu restoran sushi menyajikan ocha, 'kan? Mudah-mudahan manfaatnya beneran ya, karena BPJS kan belum tentu menutup penyakit mahal-mahal itu. Wk.

Pakai produk ramah kulit
Karena rambut terlihat kering karena gemar keramas setiap hari, saya mulai berpikir untuk pakai sampo yang bebas deterjen. Mau tidak keramas, tapi Jakarta panas sekali. Suka lepek dan dikira pakai pomade. Huhu. Nah, temen kantor menyarankan pakai produknya Kippabuw. Merek ini mengklaim bahwa sebagian besar bahan yang digunakan untuk produk-produknya adalah bahan makanan yang biasa dikonsumsi sehari-hari. Tapi tetap tidak bisa dimakan ya.

Semua barangnya adalah buatan tangan. Saya pakai sampo batangan yang dibuat dari madu untuk menjaga kelembaban kulit kepala. Tanpa sodium lauryl sulfate atau deterjen, tanpa pewarna buatan, tanpa pewangi buatan. Sebelum keramas, saya mengaplikasikan minyak rambut selama 30 menit sebagai masker. Sudahnya jadi terasa tidak kering. Nice!

Foto dokumentasi pribadi.

Untuk sabunnya saya pakai beer soap. Katanya bir juga memiliki manfaat menjaga kelembaban kulit, antiseptik, dan menjaga keremajaan kulit. Sebagai penikmat bir tapi sedang puasa tidak minum bir, setiap kali mandi, aduh aromanya harum sekali. Sehingga membuat niat minum datang lagi. *lha.

Ini bukan mengiklankan Kippabuw ya dan memberi garansi kalau orang lain bakal cocok. Banyak merek yang menggunakan bahan-bahan alami. Silakan pilih sendiri berdasarkan kepercayaan. Hehe.

Teh hijau untuk wajah
Balik lagi ke teh hijau, teh hijau memiliki kadar antioksidan yang tinggi. Dari Instagramnya Kippabuw, saya juga mendapatkan tips untuk mengaplikasikan teh hijau sebagai campuran masker. Masker yang saya gunakan juga katanya alami yaitu Saripohatji yang sudah dipakai sejak SMP. Alasannya sederhana: murah dan ada di pasar dekat rumah. Haha. Saripohatji juga bisa menghilangkan jerawat, walau agak lama ya.

Setelah membersihkan muka pakai susu pembersih, susunya dibersihkan pakai air teh hijau sebelum menerapkan krim malam. Eh lumayan oke lho paginya. Bahkan air teh hijau bisa dicampur ke dalam air untuk mandi dan dipakai sebagai creambath alami yang bagus untuk rontok. Saya melakukan itu kadang-kadang, kalau tidak malas. Sisanya lebih milih airnya untuk diminum. Hihi.

Olahraga teratur
Walaupun ini tidak ada kaitannya dengan alam, tapi ya berhubungan dengan menjaga tubuh sehat. Karena saya tidak diet (oh Tuhan saya benci diet. Saya cintaaa sekali dengan makanan. Makanan adalah anugerah. Makanan adalah surga. Makanan adalah Tuhan!), jadi memutuskan untuk olahraga saja biar seimbang antara kalori yang masuk dan keluar. Keren, kan?

Foto dokumentasi pribadi.

Olahraga yang saya lakukan adalah lari dan berenang, setidaknya seminggu 2-3 kali. Itu juga sebenarnya kurang. Karena setiap kali ditimbang beratnya tidak pernah turun, juga melihat keluarga saya menurunkan tubuh yang berisi sehingga sia-sia kalau ingin terlihat kurus kering seperti model, jadinya tujuan olahraga itu biar tidak gembyor, terlihat segar, pembuluh darah ke jantung tidak tersumbat. Sebagai wartawan yang sering meliput tentang kesehatan dan wawancara dokter, hal terakhir itu perlu diperhatikan lho. Karena kalau sudah kena serangan jantung sekali, wah susah deh. Apalagi karena alasan yang sebenarnya bisa kita cegah.

Jadi gitu deh, ladies, hal-hal yang saya lakukan. Memanfaatkan alam sepertinya ide baik karena itu bisa ditemukan di mana-mana, dan tentunya hal yang alami tanpa pengaruh hal yang dibuat pabrik itu baik untuk tubuh. Walau belum bisa maksimal, sebaiknya usahakan terlebih dahulu. Dicicil satu per satu kebiasaannya. Selain baik, ada kelebihan lain dari alam yaitu... murah meriah. ;D

Comments

Popular Posts