Lepas

by Christian Schloe
Semenjak Raya lepas dari Jagat, ia selalu dihantui dengan mimpi buruk saat tidur. Misalnya semalam, seekor ular piton mengejarnya dengan cepat. Begitu agresif. Mulutnya terbuka, menganga dengan penuh tekad untuk memakannya.

Atau di malam lainnya, Raya bermimpi tentang orang yang tertabrak kereta api yang tidak jauh dari tempatnya berdiri. Jasad orang itu terpental, tubuhnya kemana-mana seperti kembang api. Beberapa potongan tubuh yang tertinggal hancur dan lumat digilas rel. Diperlukan sebuah sapu dan pengki kecil untuk membersihkan sisa-sisa tubuh itu.

Kalau sudah begitu, Raya selalu terbangun di tengah malam, melihat langit-langit kamar yang kelam seperti lubang hitam tanpa dasar. Keringat membasahi wajahnya, kepalanya, tubuhnya. Tenang Raya, kamu aman. Itu semua tidak terjadi. Itu hanya bunga tidur. Semua itu tidak nyata seperti keterlepasannya dari Jagat yang membuat kelopak matanya dengan sekuat tenaga membendung aliran sungai asin yang membuat matanya bengkak.

Setelah itu ia akan membaringkan tubuhnya ke samping, memeluk tubuhnya sendiri, membentuk posisi seperti janin dalam rahim karena ia begitu rindu akan rasa aman dan lepas dari segala sakit. Ia rindu rasa hangat yang membuatnya lelap. Ia rindu menjadi kecil dan inosen. Ia rindu bebas tanpa belenggu. Ia rindu tidak tahu akan sesuatu.

Raya terus membaca mantra agar kantuk datang kembali. Berharap hanya mimpi kosong yang akan menemaninya, sehingga ia bisa bangun tanpa rasa khawatir. Membuat segala kegelisahan nyata seperti bunga tidur. Ia akan membuat keterlepasannya dari Jagat adalah mimpi belaka. Tekan terus pada alam bawah sadar. Terus, dan terus, dan terus.

Comments

Popular Posts