Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2015

RIP Minow

Saya lupa kapan tepatnya Minow mulai dipelihara di rumah. Saat lihat keberadaannya, saya kaget juga dia bisa dipelihara karena teteh saya tidak suka kucing. Tapi mungkin mulanya semacam mau tidak mau menerima kucing yang merupakan pemberian mahasiswa suaminya teteh. Dan kalau tidak salah, Minow adalah kucing kedua yang kami pelihara. 
Pemilik Minow sebelumnya punya banyak sekali kucing (dan anjing. Ia pernah bawa anjing Husky ke rumah.) Katanya sampai punya ruangan sendiri untuk kucing. Karena kebanyakan, anak-anak kucing itu dibagikan ke orang lain. Minow jatuh ke kami. Dan ia datang dalam keadaan enggan dielus. Mungkin karena pemilik sebelumnya tidak punya waktu untuk mengelus. Kami kira ia akan terbiasa. Nyatanya, sampai sepuluh tahun kemudian, Minow tidak suka dielus.
Kalau berharap kucing yang mau bermanja-manja di pangkuan, jangan harapkan itu dari Minow. Kadang saya suka sedih sendiri. Karena di saat saya butuh afeksi dengan mengelus binatang lalu si kucing kabur, rasanya sepe…

Liuk Aksara Jawa

Beberapa orang mungkin subscribe blog ini karena saya sering datang ke pameran seni dan pembaca ingin tahu jika ada informasi tentang pameran seni. Tapi nyatanya akhir-akhir ini saya sering menulis tentang diri atau kejadian yang umum saja. Maaf ya. :D Beberapa minggu terakhir, saya sempat mendatangi beberapa pameran tapi kurang berkesan. Jadinya tidak saya tuliskan.

Tapi hari ini berbeda. Justru hari ini saya benar-benar niat untuk pergi ke Galeri Nasional, Jakarta, karena saya mau menghadiri pameran tunggal Eddy Susanto. Tiga tahun lalu, saya pernah datang ke pameran tunggal Eddy berjudul Mata Hari Centhini di Galeri Lawangwangi, Bandung. Waktu itu saya terkesan sekali dengan karyanya. Lukisannya menjadi spesial karena di setiap lukisan terdapat detail aksara Hindi yang ditulis melingkar dan bercerita.

Pameran tunggal kali ini berjudul "JavaScript" yang diadakan sampai tanggal 13 September nanti. Sebuah patung sinden yang tengah duduk dengan microphone di depannya menyambu…

Go Set a Watchman

Siapa yang tidak kenal dengan buku To Kill a Mockingbird? Buku yang dibuat tahun 1960 ini menggemparkan Amerika yang kala itu dilanda krisis rasisme. Atticus Finch, tokoh ayah yang berperan sebagai pengacara dan membela warga kulit hitam atas tuduhan pemerkosaan, menjadi idola Amerika dan jadi standar moral di sana.

Mockingbird menjadi buku bacaan wajib anak-anak SMP di Amerika. Walaupun mengangkat tema yang cukup berat, kisah diceritakan dari sudut pandang anak kecil bernama Scout ini begitu memikat sehingga buku ini digemari oleh dunia. Harper Lee, pengarang Mockingbird, memenangkan penghargaan Pulitzer Prize. Setelah itu, ia tidak pernah menciptakan novel lagi karena ia terganggu dengan segala ketenaran yang ia dapatkan. Lee memutuskan untuk menarik diri dari media. Wawancara terakhirnya dilakukan tahun 1964.

Juli lalu, dunia digemparkan dengan kabar bahwa Harper Lee mengeluarkan novel baru berjudul Go Set a Watchman. Tepatnya naskah novel ini tidak baru. Justru Lee menulis Go Set a…