Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2015

(Review Buku) Robohnya Surau Kami

Kalau hujan sudah turun, setelah makan mi rebus dengan telur, paling enak tiduran di kamar dengan cahaya seadanya. Sementara petir menggelegar di luar sana dan air hujan bertalu-talu di atap rumah, paling enak tidur sambil menonton film fantasi di televisi. Kalau takut nanti televisinya kena petir, paling enak baca buku. Penerangan yang minim membuat mata pedih, lantas kita akan mengantuk ...

Setidaknya itu yang saya bayangkan akhir-akhir ini. Walau waktu hujan tidak tepat dengan keberadaan saya di kamar, tidak juga makan mi, tidak ada film fantasi, tapi setidaknya keinginan untuk baca buku tersampaikan. Dari tiga buku yang dipinjam dari teman, buku pertama yang saya pilih untuk dibaca adalah antologi buku Robohnya Surau Kami karya A.A. Navis.



Robohnya Surau Kami adalah cerita pendek termahsyur yang ditulis oleh penulis berdarah Minang ini. Cerita pendek ini mengkritisi sebuah hal yang paling tidak bisa dikritik: religi. Novel ini bercerita tentang kematian tragis seorang Kakek penjaga…

Bertemu Kawan Lama

Yogyakarta adalah kota yang aneh. Letaknya jauh dari Bandung dan Jakarta, tapi saya mendatangi berkali-kali kota wisata ini. Pertama, alasan study tour saat masih SD. Kedua, saya melakukan backpacking bersama sepupu saya (yang berakhir mengingap di rumah saudara. Duh!). Ketiga, saat outing bersama teman kantor. Dan keempat, liputan.

Akhir pekan lalu, saya diundang untuk liputan sebuah acara yang diselenggarakan oleh klien kantor, yaitu sebuah bank pengatur kebijakan moneter negara. Pesertanya adalah pemerintah pusat seperti menteri dan pemerintah daerah seperti gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Teman-teman saya paling senang kalau diundang oleh klien karena mereka jadi bisa mengunjungi tempat-tempat yang jauh seperti Gorontalo, Atambua, Balikpapan, dan lainnya. Bahkan saya bisa mencapai Merauke. Begitu dapat ke Yogyakarta, saya sedikit kecewa karena tempat ini sudah sering dikunjungi. Pilihan lainnya juga tidak menggembirakan yaitu Surabaya. Akhirnya saya memilih untuk pergi ke Yog…