Skip to main content

Supaya Kerja Tidak Ribet Lagi

Postingan kali ini saya dedikasikan untuk usahanya pacar saya. Semoga laku. :)

-----------------------------

Teman-teman yang penggiat UMKM dengan usaha café atau rumah makan, bisa lho menunya dibuat secara digital. Misalnya pengunjung café Drinkme, sebuah kedai kopi di Sumedang, Jawa Barat ini bisa pilih sendiri menunya dengan layar sentuh yang ada deket kasir. Ini mempermudah kita supaya tidak menghampiri pelanggan satu persatu. Kita juga tidak perlu mencatat karena semuanya sudah praktis dalam satu aplikasi.

Berikut ini adalah screen capture POS Software Project of LOCALITYC Multimedia @2014. Klik fotonya untuk memperbesar.

Tampilan untuk menu kopi dengan ikon yang menarik.

Gambar berubah sendiri dengan foto-foto. Bisa dipasang untuk iklan juga.

Tampilan menu teh.

Tampilan menu untuk jus.

Tampilan saat pembeli menyentuh menu yang dipesan.

Pembeli juga bisa menentukan jumlah pesanan.

Tampilan untuk memperlihatkan jumlah pesanan. 

Nama juga bisa dimasukkan sendiri oleh pembeli sehingga tidak tertukar.

Bisa memperlihatkan produk yang tersedia,


Kamu bisa lihat cara kerjanya di https://www.youtube.com/watch?v=Y40otM_br6E.

Kalau mau bikin seperti ini, atau software pembayaran, pencatatan stock bahan, atau bahkan website, kamu bisa email: on.humanoid@gmail.com. Serunya dari hal ini adalah semua bisa dipersonalisasi sesuai dengan kebutuhan usaha kamu. Kalau sudah kayak gini, lebih bisa menghemat waktu, kerja efisien, dan tidak membutuhkan banyak SDM sehingga human error juga lebih minim. :)

Comments

Popular posts from this blog

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…

Blessed but Stressed

Tanpa terasa kandungan mulai masuk trimester ketiga. Minggu depan memasuki bulan ke delapan, tepatnya. Iya, tanpa terasa. Waktu trimester pertama itu rasanya minggu berganti lamaa banget. Bawaannya pengin cepet besar karena enggak sabar menimang adik bayi. Tapi ternyata benar apa dibilang orang-orang bahwa semakin tua kandungan maka waktu akan terasa semakin cepat. Kandungan yang berkembang cepat pun linear dengan stres yang datang karena berbagai tekanan seperti biaya melahirkan, masalah administrasi untuk kemungkinan memakai BPJS, persiapan peralatan bayi, hingga perasaan tidak mampu mengurus anak dalam waktu lama.

Aih, curhat banget, sis?

Survey ke berbagai rumah sakit yang dekat rumah menunjukkan bahwa biaya melahirkan itu mahal sekali. Apalagi kalau, amit-amit jabang bayi, harus sectio caesarea (SC). Contohnya, Rumah Sakit Limijati yang paling dekat rumah bisa mencapai angka 17-20,5 juta untuk lahiran normal di kelas 1, sedangkan SC-nya 30-35 juta. Wah, walau saya punya asuransi…