Jurang

Abad membeku
di jurang-jurang waktu. 
Sunyi yang kerdil
menggelinding menjadi
gema yang kecil-kecil
--menjadi kerikil. 
Lalu, menjadi batu
di tebing curam kepalamu.
-----------------------------------------------

Puisi dibuat oleh teman saya yang sebentar lagi akan terkenal, Beni Satryo. Puisinya bagus-bagus. Tipikal Sapardi--sederhana tapi bermakna. Bahasanya tidak njelimet. Tipikal yang mudah dimengerti dalam satu kali baca. Sayangnya dia enggak punya blog, jadi tidak bisa lihat karyanya. Tapi kicauannya bisa dilihat di Twitter miliknya.

Beberapa hari yang lalu, dia ingin memperlihatkan prosesnya dalam membuat puisi. Beni meminta satu kata, saya memilih kata "jurang". Ia mengajak brainstorming kata-kata apa saja yang berasosiasi dengan kata "jurang". Hingga akhirnya tercipta puisi ini. Ia sudah terbiasa menciptakan puisi dengan kata-kata yang "dipesan" seperti ini karena Beni pernah punya bisnis membuat puisi berdasarkan di pesanan. Heheh. Bahkan ada biayanya! Dari karena ini pula ia menjadi selebtweet.

Info yang sangat penting dan emejing sekali.

Semoga Beni cepat menerbitkan buku puisinya.

Comments

Popular Posts