Skip to main content

(Review Musik) Sinestesia

Keinginan untuk menghadirkan band paling disukai sepanjang masa ke kantor dan ditonton bersama penonton yang sedikit sehingga bisa lebih intim adalah keinginan yang pada mulanya saya anggap tidak mungkin. Efek Rumah Kaca (ERK) adalah band kesukaan saya sejak dahulu. Saya selalu sempatkan untuk menonton konser mereka. Hati saya ikutan sedih sedikit saat sang vokalis, Cholil, pergi ke luar negeri untuk bersekolah sehingga band ini vakum cukup lama. Saat Pandai Besi yang merupakan sister band mereka tampil tanpa Cholil, saya enggak mau nonton. Karena ERK adalah ketiga personilnya yaitu Cholil, Adrian, dan Akbar. Tanpa salah seorang dari mereka rasanya akan kurang.

Untuk ukuran band indie, nama ERK begitu band besar dan ia disegani oleh para juniornya. Kemarin teman saya bertanya, mengapa saya suka ERK. Bagi saya, ERK memiliki lirik lagu yang bagus dan berisi, tanpa sumpah serapah. Liriknya beragam dan tajam. Tidak berkisah tentang percintaan, tapi lebih luas dari itu. ERK peka terhadap situasi sosial dan politik. Mengajak para pendengarnya untuk mengkritisi tanpa memprovokasi. Nada lagu juga mereka terdengar gloomy, sendu, kelam, atau apalah itu. Tidak berisik di telinga.

Harapan yang ketinggian itu tercapai. Kemarin (21/01), ERK datang ke kantor. Saya mengikuti sesi wawancara mereka. Cholil bercerita bahwa album Sinestesia ini sengaja dibuat berbeda dari album-album ERK sebelumnya. Sinestesia dikonsep lebih sinematis. Mereka menciptakan nada lagu dulu, kemudian diikuti oleh lirik. Lirik yang beradaptasi. Lirik yang dinamis. Penamaan judul lagu juga dibuat dari kesan-kesan warna yang muncul setelah Adrian yang memaknai setiap lagu.

Foto dokumentasi pribadi.

Foto dokumentasi pribadi.

Saya suka dengan Sinestesia. Menurut saya, makna-makna lagu di album ini lebih kaya daripada album-album sebelumnya. Dan instrumen yang digunakan juga lebih beragam. Cholil juga bilang bahwa mereka banyak menggunakan instrumen dan nuansa yang tidak ada di album sebelumnya seperti flute, terompet, suara anak-anak, vokal tanpa lirik, nuansa folk, bahkan lagu Leleng-Leleng dari Kalimantan Timur di akhir lagu ERK yang berjudul Kuning.

Sinestesia adalah album yang wajib dengar. Sulit sekali menyatakan mana lagu yang terbaik karena semua lagu memiliki lirik yang bagus. Salah satunya adalah Kuning.

"Tentang nubuat mencerahkan
Berlabuh dalam keheningan
Menyapa dalam keramaian
Pada batas yang dirasakan
Resah
Manusia mengonsepsi tuhan
Bernaung di dalam pikiran
Mencari setiap jejakNya
Mengulas semua kehendakNya
Apa wujudnya
Apa misinya

Manusia menafikan tuhan
Melarang atas perbedaan
Persepsi dibelenggu tradisi
Jiwa yang keruhpun bersemi
Nihil maknanya
Hampa surganya
Hampa"

Sebagai anggota tim LO acara kemarin, saya sempat deg-degan karena takut mereka sombong atau jaga image. Biasanya seorang penggemar garis keras akan kecewa saat menemukan idola memiliki perilaku yang tidak diharapkan (siapa suruh berharap). Tapi untuk sekelas band besar, mereka sangat baik dan ramah sekali. Tidak minta macam-macam, mau makan siang juga terserah. Hehe. Saat lagu dimainkan, mereka juga tidak menyiapkan daftar lagu. Mereka memainkan apa yang kami minta. Totalnya, ERK memainkan 12 lagu di acara kami yang terdiri dari lagu lama dan lagu baru. Kalian baik sekali. Terlalu baik. Terima kasih untuk ERK yang sudah berkenan hadir di kantor kami. ERK adalah band penting, tetaplah eksis dan produktif. Respect!

Foto milik Kotak Musik MI

Comments

Popular posts from this blog

Mirna.Sabrina.RealitaMedia

[Untuk mengenali tokoh, silahkan baca post sebelumnya]
Hari ini aku menghabiskan hari dengan menonton vcd di komputerku. Film yang aku tonton adalah film-film thriller psikologi. Bejo meminjamkan beberapa untuk satu minggu. Mataku terasa lelah, aku memutuskan untuk tidur. Namun sebelum aku sempat menutup mata, pintu kamarku diketuk.
Tok.. tok..
“Ya?” Aku bangun dari tempat tidur lalu melangkah gontai ke pintu lalu membukanya. Ada seulas senyum disana. Senyum sahabatku. Senyum yang hiperbola. Senyum yang menandakan butuh sesuatu. Senyumnya Sabrina.
Sabrina langsung membuka sepatunya dan menjatuhkan diri ke tempat tidurku.
“Ya ampuuunn.. siang bolong gini tidur.”
“Ralat.. hampir tidur!”
“Kok hampir sih? Tidur kok nanggung?”
“Ya kalau gue tidur, siapa yang mau buka pintu lo?”
Sabrina tertawa.
Sabrina adalah sahabat baikku. Aku, Sabrina dan Bejo selalu bersama-sama. Seperti Bejo, Sabrina dari Jakarta. Seperti Bejo, Sabrina pernah kuliah. Tapi ia mengambil jurusan yang berbeda dikampusnya sekarang.
“…

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…