Skip to main content

Sepotong Senja Untuk Pacarku

Sepertinya seru sekali kalau punya pacar romantis yang mau motong senja buat saya. Heheh. Kalau pacar saya, selain tidak romatis, kayaknya agak susah ya buat motong senja. Namun lain halnya dengan Sukab. Sukab memang sengaja memotong senja sebesar kartu pos untuk pacarnya bernama Alina. Keindahan senja yang langitnya bermega-mega seperti mimpi itu membuat Sukab ingin mengoleh-olehkan keindahan untuk kekasihnya. Senja itu dimasukkan ke dalam amplop dan dikirim melalui pos. Meskipun setelahnya ia harus dikejar-kejar oleh polisi karena mencuri senja. Meskipun tukang pos harus mengarungi waktu 40 hari 40 malam untuk sampai ke alamat tujuan. Dan meskipun bukannya senang, Alina malah marah-marah karena senja kiriman Sukab membuatnya terkena bencana.

Sukab, Alina, dan Tukang Pos adalah tokoh ciptaan Seno Gumira Ajidarma di buku antologi "Sepotong Senja Untuk Pacarku". Setiap tokoh diceritakan dalam sebuah cerpen. Meskipun saya belum baca, tapi saya tahu jalan ceritanya karena Sabtu lalu saya menghadiri pembacaan cerpennya di Galeri Indonesia Kaya. Cerpen Sukab dibacakan oleh Abimana Aryasatya, Alina dibacakan oleh Dian Sastrowardoyo, dan Tukang Pos dibacakan oleh Butet Kertaradjasa. Cerpen tersebut dibacakan penuh ekspresi, walaupun tidak secara teatrikal.





Abimana membacakan cerita Sukab dengan sangat romantiiiss sekali. Intonasi dan suaranya begitu lembut--setengah berbisik. Membuat yang mendengarnya jatuh cinta dan merasa dicintai. Ia juga menceritakan dengan lancar, tidak menggebu-gebu atau terlalu lebay, tetapi pas. Saya senang sekali mendengarnya. Berbeda dengan Abimana yang kalem, Butet menceritakan dengan ekspresi naik turun yang lucu. Ia bercerita tentang tukang pos yang mengintip senja di dalam amplop, masuk ke dalamnya, berubah menjadi iklan, beranak-pinak, dan membangun peradaban di dalam. Hihi. Cara membacakan Butet membuat penonton ikut hanyut dan tertawa mendengar kisahnya.

Sementara Dian Sastro bercerita tentang Alina yang pemarah dan ternyata tidak mencintai Sukab sebagaimana Sukab mencintainya. Bahkan ia cenderung kasihan pada suaminya. Alina menganggap bahwa senja yang sampai 10 tahun kemudian itu tidak ada artinya, bahkan merepotkan karena senja di pantai itu menumpahkan airnya kemana-mana. Membanjiri kampung Alina, mengenggelamkan warganya. Sayangnya, ada beberapa yang terselip dari lidah Dian, sehingga saya agak kurang puas dengan penampilannya. Hehe.

Karena saya baru mendengar cerpen-cerpen ini, saya baru tahu ternyata ceritanya agak surrealis gini ya. Senja adalah topik klise yang diceritakan oleh para penulis dan para pecinta, tapi Seno membuat senja di sini begitu unik dan jauh lebih indah. Walau berulang-ulang kali ia menggambarkan keindahan senja, kedengarannya tidak membosankan. Selain itu juga ceritanya membuat pembacanya berimajinasi.

Wah, saya senang sekali menonton pertujukkan kemarin. Selain pembacaan, ada juga sedikit musikalisasi yang sangat merdu. Bagus!

Comments

chocoallergy said…
Senang sekali membaca tulisan ini, menarik dan mudah dimengerti. Jadi pingin nulis sesuatu deh...ehheheh :))
Nia Janiar said…
Hehee.. ayo nuliss, Wildes! Thanks udah mampir :)

Popular posts from this blog

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…

Prenatal Yoga atau Senam Hamil?

Calon ibu yang mengandung anak pertama seperti saya pasti mengalami kebingungan. Di tiga bulan pertama, biasanya bingung makan apa saja yang baik dan tidak untuk bayi, bingung memilih dokter, membatasi aktivitas, dan bingung membawa diri karena badan serba enggak enak (seperti mau sakit flu yang tidak kunjung sembuh, hehe). Tiga bulan kedua biasanya mulai menikmati, merasa unstoppable meskipun sedang hamil, mulai memakai minyak untuk mencegah strecth mark. Dan di bulan ketiga kembali bingung seperti harus mengambil keputusan terakhir rumah sakit atau dokter untuk persalinan, persiapan biaya, persiapan perlengkapan bayi, hingga persiapan pengetahuan tentang persalinan dan bayi.

Di tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang stres yang dialami saat memasuki trimester ketiga. Hal yang belum saya bahas adalah pengetahuan tentang persalinan, menyusui, dan cara merawat bayi yang harus diketahui. Pengetahuan ini memang sebaiknya dipelajari di bulan ketiga. Alasannya ialah agar tidak lupa. Heh…