Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2016

Eksklusif

Untuk menulis ini, saya berulang kali melakukan aksi tulis-hapus-tulis-kemudian hapus lagi. Saya jadi ingat saat pertama kali belajar nulis. Fasilitator klab saat itu bilang, "Tuliskan apa saja yang ada di pikiran, tanpa diedit duluan. Kalau berpikir 'mmm' ya tuliskan saja 'mmm' di kertas." Jadi, inilah saya, kembali menulis seperti di awal. Entah apa yang membuat sulit menulis di blog sendiri. Mungkin karena sudah ada beban harus bagus karena sudah ada pembaca, harus bermanfaat untuk orang lain, harus keren, ingin curcol tapi harus tidak terlihat curcol, dan ah! Terlalu banyak pikiran. Bukankah blog harusnya tidak ada batasan karena tidak ada klien dan saya sendiri yang menjadi pemimpin redaksi di sini?

Keruwetan pikiran ini memang selalu hadir di otak saya. Sepertinya saya memang tergolong orang yang cara berpikirnya ruwet atau rumit. Terlalu banyak yang dipikirkan sehingga kadang susah sendiri, kadang ingin pragamatis dan lurus-lurus saja, tidak usah seper…

A Birthday Note

Di postingan ini saya mau menulis hal personal. Uh, harusnya segala bentuk review seperti postingan sebelumnya memang niat untuk dipisahkan dari blog ini, tapi karena si pacar yang mau bikin website baru ini kerjanya lama, jadi saja semuanya masih campur aduk di sini. Ehm, sesuai harga. Project thank you doang sih ya. :p

Jadi, yang mau mengubah website saya malam ini ulang tahun yang ke-35. Meskipun angkanya cukup besar, sejujurnya tidak terlalu terlihat dari penampilan dan mukanya (kecuali jejak burung gagak di sekitar mata. Hihi.) Tidak seperti orang-orang yang mulai terlihat seperti bapak-bapak, ia sering pakai kaos polos, kaos band, celana jeans, sepatu casual, dan kemeja flanel. Kacamatanya bulat. Rambutnya gondrong, bahkan lebih panjang dari saya, dan enggan dipotong.

Hal lain yang membuat ia terlihat muda dari umurnya adalah perilakunya yang lebih banyak bercanda ketimbang serius. Ia hobi cengengesan dan tanggap pada candaan-candan yang menggelikan. Ia adalah kebalikan saya yan…

Semesta Dunia O

Anjrit!

Novel terbaru Eka Kurniawan yang berjudul O ini bener-bener anjrit sekali. Anjrit seanjrit-anjritnya. Novel yang tebalnya 470 halaman ini butuh perhatian ekstra saat membacanya. Bukan masalah tebalnya, tapi masalah cara penulisannya yang tidak biasa. Bukan masalah kata-kata yang rumit, tapi masalah plot yang acak dan jumlah tokoh yang sangat banyak.


Novel ini bercerita tentang perjalanan binatang-binatang seperti monyet, anjing, tikus, dan babi dalam mencapai tujuan hidupnya. Si monyet ingin menjadi manusia--mengikuti sang kekasih yang diyakininya sudah menjadi manusia yaitu seorang penyanyi ternama bernama Kaisar Dangdut. Si anjing ingin mencari ibunya. Si tikus yang rela mati demi bisa bercinta dengan kekasihnya. Si babi yang sebenarnya seorang manusia jadi babi ngepet karena ingin belajar menjadi binatang.

Binatang-binatang tersebut hidup beriringan dengan para manusia. Misalnya si monyet berteman dengan pawang monyet bernama Betalumur dan seorang waria bernama Mimi Jamilah…

Berkaca Melalui Film

Kapan terakhir kalian nonton film Indonesia di bioskop? Kalau saya beberapa minggu yang lalu. Itu juga karena gratis. Jujur saja, kalau berbayar, saya belum tentu mau nonton di bioskop. Duh, saya memang kurang mengapresiasi film-film buatan dalam negeri nih. Tapi beberapa kali saya nonton film indie Indonesia kok di berbagai pemutaran film alternatif. Rasanya lebih berguna kalau menghabiskan waktu dan uang untuk film indie ketimbang film non-indie Indonesia. Hehe.

Saya nonton tiga film yaitu Langit Masih Gemuruh, Pangreh, dan Semalam Anak Kita Pulang di XXI Epicentrum Jakarta. Ketiga film tersebut diputar dalam rangka XXI Short Film Festival 2016. Film pertama yang saya tonton adalah Langit Masih Gemuruh. Bercerita tentang seorang ibu keturunan Tionghoa yang mencoba menyelamatkan anaknya dari kerusuhan Mei 1998. Dengan tone warna candramawa, sang ibu yang mau mengantarkan anaknya sekolah dengan sepeda ini berjalan keliling kompleks yang segala pintunya ditutup. Dengan muka kebingungan…