Skip to main content

A Birthday Note

Di postingan ini saya mau menulis hal personal. Uh, harusnya segala bentuk review seperti postingan sebelumnya memang niat untuk dipisahkan dari blog ini, tapi karena si pacar yang mau bikin website baru ini kerjanya lama, jadi saja semuanya masih campur aduk di sini. Ehm, sesuai harga. Project thank you doang sih ya. :p

Jadi, yang mau mengubah website saya malam ini ulang tahun yang ke-35. Meskipun angkanya cukup besar, sejujurnya tidak terlalu terlihat dari penampilan dan mukanya (kecuali jejak burung gagak di sekitar mata. Hihi.) Tidak seperti orang-orang yang mulai terlihat seperti bapak-bapak, ia sering pakai kaos polos, kaos band, celana jeans, sepatu casual, dan kemeja flanel. Kacamatanya bulat. Rambutnya gondrong, bahkan lebih panjang dari saya, dan enggan dipotong.

Hal lain yang membuat ia terlihat muda dari umurnya adalah perilakunya yang lebih banyak bercanda ketimbang serius. Ia hobi cengengesan dan tanggap pada candaan-candan yang menggelikan. Ia adalah kebalikan saya yang serius dan kaku. Ia lebih fleksibel dan spontanitas. Saking spontannya, kadang saya sebel juga karena kadang rencana-rencana seperti mau jalan ke mana atau makan apa jadi rusak. Haha. Lama-kelamaan saya enggak bikin rencana untuk hal-hal yang kecil. Jadi dia membuat saya jadi orang yang lebih fleksibel dan woles.

Hal-hal yang sering ia bahas adalah film, musik, isu sosial, dan sedikit politik karena ia juga rajin baca berita. Ia juga seorang keyboard warrior yang gemar komentar atau retweet twitwar tokoh politik di social media. Hmm, agak kurang kerjaan ya. Tapi  bagi saya, dia teman mengobrol yang enak. Syukurlah ia tidak bahas batu akik atau mancing. Selain bapak-bapak sekali, saya juga enggak ngerti.

Di usia yang baru ini, saya harap usaha-usaha yang ia kerjakan bisa sukses, lancar, dan terkabul sehingga ia bisa lebih jongjon dalam menghadapi hidup. Supaya enggak hanya dibalik komputer aja untuk coding dan design, tapi juga bisa jalan-jalan yang jauuhh sekali. Melihat hal-hal baru, merasakan euforia keterasingan. Harapan lain yang agak sulit karena sudah berkali-kali dicoba tapi gagal adalah agar ia berhenti merokok. Setidaknya dikurangi. Dan tidak dilakukan sembunyi-sembunyi seperti di kamar mandi. Hihi.

Sebenarnya saya menjanjikan kado di setiap ulang tahunnya dari dua tahun yang lalu, tapi pas kebetulan sedang bokek terus. Seperti sekarang. Jadi sekarang hadiahnya tulisan aja ya. Mudah-mudahan hasil bokeknya berbuah manis ya. Tahun ini! #kode

Selamat ulang tahun.





Comments

Popular posts from this blog

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…

Blessed but Stressed

Tanpa terasa kandungan mulai masuk trimester ketiga. Minggu depan memasuki bulan ke delapan, tepatnya. Iya, tanpa terasa. Waktu trimester pertama itu rasanya minggu berganti lamaa banget. Bawaannya pengin cepet besar karena enggak sabar menimang adik bayi. Tapi ternyata benar apa dibilang orang-orang bahwa semakin tua kandungan maka waktu akan terasa semakin cepat. Kandungan yang berkembang cepat pun linear dengan stres yang datang karena berbagai tekanan seperti biaya melahirkan, masalah administrasi untuk kemungkinan memakai BPJS, persiapan peralatan bayi, hingga perasaan tidak mampu mengurus anak dalam waktu lama.

Aih, curhat banget, sis?

Survey ke berbagai rumah sakit yang dekat rumah menunjukkan bahwa biaya melahirkan itu mahal sekali. Apalagi kalau, amit-amit jabang bayi, harus sectio caesarea (SC). Contohnya, Rumah Sakit Limijati yang paling dekat rumah bisa mencapai angka 17-20,5 juta untuk lahiran normal di kelas 1, sedangkan SC-nya 30-35 juta. Wah, walau saya punya asuransi…