Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2016

Refleksi Kehidupan Melalui Serat Centhini

Kalau mendengar Serat Centhini, hal yang mungkin pertama kali terpikirkan adalah seks. Centhini disebut-sebut Kamasutra dari Jawa. Bahkan lebih liar dan panas.

Perkenalan saya pada Serat Centhini dimulai saat kuliah. Teman saya memperlihatkan sebuah buku Kamasutra yang dibeli pacarnya saat sekolah India. Hardcover, full color dengan visualisasi foto sepasang manusia melakukan persenggamaan, tapi tidak vulgar dan tidak juga memperlihatkan alat kelamin. Jadi ini bukan buku porno deh. Terus saya tahu entah dari mana bahwa Jawa memiliki panduan seks yang lebih "gila" dari Kamasutra. Kebetulan dosen saya punya buku Serat Centhini, salah satunya adalah buku yang diadaptasi oleh Elizabeth D. Inandiak. Bukunya ada yang saya beli dan ada yang saya fotokopi.

Saat baca, kok ada panduan cara membangun rumah, kapan waktu-waktu terbaik untuk melakukan sesuatu, bahkan hingga cara bertamu? Bahasan seks memang ada karena seks adalah awal kehidupan manusia, terutama di buku Nafsu Terakhir yan…

Ngopi di Gayanti

Sebagai pendatang di Jakarta dan telah melihat kota megapolitan ini melalui tv, koran, dan majalah, banyak beberapa tempat yang ingin saya datangi. Salah satunya adalah tempat-tempat kuliner yang berdiri sejak lama, seperti Kopi Tak Kie, Kedai Tjikini, Ragusa.. dan terakhir yang saya datangi yaitu Gayanti Coffee Roastery.

Bandung punya kopi Aroma yang ternama dan menjual bubuk kopi. Karena rindu menyeduh kopi non pabrik besar, teman-teman menyarankan saya pergi ke Giyanti karena mereka juga menjual kopi bubuk dan kopinya enak. Tidak seperti kopi Aroma yang murni menjual bubuk saja, Giyanti punya tempat duduk di mana orang bisa minum-minum cantik. Bukanya hanya Rabu-Sabtu, itu pun tidak sampai malam. Katanya karena mereka perlu waktu untuk roasting kopinya.

Akhirnya, setelah lama merencanakan, kemarin pergi juga ke sana bersama dua orang kawan yaitu Yudo dan Badar. Pintu masuknya agak tricky yaitu sebuah lorong yang berada di pinggir bangunan besar yang sedang direnovasi. Itu juga saya…

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Sore Bersama Raden Mandasia

Di jagad perbukuan independen, nama Yusi Avianto Pareanom sedang banyak disebut. Pasalnya karya terakhir yang ia garap selama kurang lebih enam tahun ini banyak memikat hati pembacanya. Salah seorang yang terpikat adalah teman kantor saya, Beni, yang tidak henti-hentinya memuji karya Yusi ini. Apalagi, katanya, novel setebal 448 ini ia selesaikan dalam waktu tiga hari saja. Wah, tampak menjanjikan. Saya jadi penasaran.

Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi terbitan Banana ini menyuguhkan cerita dongeng kontemporer yang berkisah tentang Sungu Lembu yang penuh dengan dendam akibat negaranya ditaklukan oleh Kerajaan Giliwengsi tanpa perlawanan. Giliwengsi terkenal dengan kekuatannya yang tidak terkalahkan sehingga orang pun sudah jeri mendengar namanya. Apalagi raja Giliwengsi yaitu Watugunung memiliki teknik berkelahi yang sangat baik. Selain dapat memotong tubuh lawan, Watugunung bisa mengalahkan lawan dengan tangan kosong yaitu menotok lawan agar lumpuh sementara.

Di tengah perjalanan …

Musik Para Rakyat

Di sebuah sore, tepatnya Sabtu (30/4) lalu, Andika mengajak saya pergi ke s.14 Artspace & Library yang letaknya di Jalan Sosiologi, Cigadung, Bandung. Ia mengabarkan bahwa di sana akan Oscar Lolang Showcase yang menyanyikan lagu-lagu rakyat bersama Senartogok, Jon Kastella, dan Sky Sucahyo. Hm, saya belum pernah dengar semua namanya. Tapi tidak ada salahnya untuk datang. Sekalian bisa silaturahmi dengan pemilik s.14 yaitu Mbak Herra yang ramah dan hangat kepada semua pengunjungnya.

Acaranya diadakan di ruang keluarga yang bentuknya bersudut-sudut dan penuh dengan rak buku. Mulanya galeri yang sekaligus tempat tinggal ini hanya menggunakan ruang depan untuk pameran dan ruang samping yang dipakai untuk perpustakaan. Tapi karena semakin aktif dan banyak acara, jadinya ruang keluarga pun dipakai. 
Penampilan pertama dibuka oleh Jon Kastella. Jon punya perawakan tinggi, besar, dan berkulit gelap. Sebelum nyanyi, ia banyak menghela nafas dalam sekali hentakan. Ia pun sempat salah tingka…

Menghilangkan Sesal

Pulang ke rumah membuat saya menonton acara-acara yang tidak ada di tv nasional karena di rumah ada tv kabel. Di channel E! News, terdapat sebuah reality show yang menampilkan Tyler Henry sebagai seorang cenayang di Hollywood. Pekerjaannya adalah mengunjungi rumah-rumah artis, "menerawang" mereka dengan tangan kiri memegang benda personal dan tangan kanan mencoret-coret kertas, mengatakan dan mengkonfirmasi apa yang ia lihat yaitu leluhur klien yang sudah meninggal, dan menjawab pertanyaan.

Ada hal yang menarik dari pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan. Daripada bertanya keadaan leluhur mereka di dunia maya sana, para klien sering mempertanyakan hal-hal yang disimpan dan tidak pernah atau tidak sempat ditanyakan. Misalnya salah seorang transgender ingin bertanya bagaimana respon kakeknya mengetahui ia transgender karena semasa hidupnya ia tidak pernah bertanya. Atau seorang pria yang tidak sempat menghadiri upacara pemakaman neneknya dan ia ingin bertanya apakah sang nenek…