Skip to main content

Menghilangkan Sesal

Pulang ke rumah membuat saya menonton acara-acara yang tidak ada di tv nasional karena di rumah ada tv kabel. Di channel E! News, terdapat sebuah reality show yang menampilkan Tyler Henry sebagai seorang cenayang di Hollywood. Pekerjaannya adalah mengunjungi rumah-rumah artis, "menerawang" mereka dengan tangan kiri memegang benda personal dan tangan kanan mencoret-coret kertas, mengatakan dan mengkonfirmasi apa yang ia lihat yaitu leluhur klien yang sudah meninggal, dan menjawab pertanyaan.

Ada hal yang menarik dari pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan. Daripada bertanya keadaan leluhur mereka di dunia maya sana, para klien sering mempertanyakan hal-hal yang disimpan dan tidak pernah atau tidak sempat ditanyakan. Misalnya salah seorang transgender ingin bertanya bagaimana respon kakeknya mengetahui ia transgender karena semasa hidupnya ia tidak pernah bertanya. Atau seorang pria yang tidak sempat menghadiri upacara pemakaman neneknya dan ia ingin bertanya apakah sang nenek marah  karena pria itu sangat menyesal tidak bisa hadir dan menyimpan penyesalan ini bertahun-tahun.

Melihat acara ini membuat saya teringat akan kematian. Jujur saja, saya takut dengan kematian karena saya tidak tahu akan kemana, akan berwujud seperti apa, dan akan menjalani kehidupan yang bagaimana. Apalagi kalau sudah jadi roh, saya tidak bisa mati lagi. Tidak bisa seperti tidur--gelap, lupa sedang tertidur, dan hilang. Ya kalau hidup saya menyenangkan, lah kalau tidak? Kadang terpikir kenapa manusia harus mati dan harus merasakan kengerian akan kematian setelah merasakan sesuatu yang tidak manusia minta yaitu kehidupan? Kenapa kematian menjadi misteri?

Hal yang mengerikan lainnya adalah jika saya punya urusan-urusan yang belum selesai. Ada pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab, ada perasaan-perasaan yang tidak tersampaikan. Saat di dunia, kita bisa selesaikan hal tersebut. Ada wujud yang bisa ditemui wujud tersebut bisa saling berinteraksi. Tapi kalau wujudnya hanya salah satu pihak saja bagaimana? Yang satu lagi hanya roh yang mengawang-awang tanpa bisa berkomunikasi.

Daripada terlalu memikirkan hal yang belum terjadi, kayaknya hal yang terbaik yang bisa dilakukan sekarang adalah menyelesaikan urusan-urusan sehingga tidak menyesal kemudian. Selesaikan permasalahan, sampaikan perasaan. Dan berbuat baik, supaya karma khidupan selanjutnya baik juga.

Comments

Popular posts from this blog

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…

Blessed but Stressed

Tanpa terasa kandungan mulai masuk trimester ketiga. Minggu depan memasuki bulan ke delapan, tepatnya. Iya, tanpa terasa. Waktu trimester pertama itu rasanya minggu berganti lamaa banget. Bawaannya pengin cepet besar karena enggak sabar menimang adik bayi. Tapi ternyata benar apa dibilang orang-orang bahwa semakin tua kandungan maka waktu akan terasa semakin cepat. Kandungan yang berkembang cepat pun linear dengan stres yang datang karena berbagai tekanan seperti biaya melahirkan, masalah administrasi untuk kemungkinan memakai BPJS, persiapan peralatan bayi, hingga perasaan tidak mampu mengurus anak dalam waktu lama.

Aih, curhat banget, sis?

Survey ke berbagai rumah sakit yang dekat rumah menunjukkan bahwa biaya melahirkan itu mahal sekali. Apalagi kalau, amit-amit jabang bayi, harus sectio caesarea (SC). Contohnya, Rumah Sakit Limijati yang paling dekat rumah bisa mencapai angka 17-20,5 juta untuk lahiran normal di kelas 1, sedangkan SC-nya 30-35 juta. Wah, walau saya punya asuransi…