Musik Para Rakyat

Di sebuah sore, tepatnya Sabtu (30/4) lalu, Andika mengajak saya pergi ke s.14 Artspace & Library yang letaknya di Jalan Sosiologi, Cigadung, Bandung. Ia mengabarkan bahwa di sana akan Oscar Lolang Showcase yang menyanyikan lagu-lagu rakyat bersama Senartogok, Jon Kastella, dan Sky Sucahyo. Hm, saya belum pernah dengar semua namanya. Tapi tidak ada salahnya untuk datang. Sekalian bisa silaturahmi dengan pemilik s.14 yaitu Mbak Herra yang ramah dan hangat kepada semua pengunjungnya.

Acaranya diadakan di ruang keluarga yang bentuknya bersudut-sudut dan penuh dengan rak buku. Mulanya galeri yang sekaligus tempat tinggal ini hanya menggunakan ruang depan untuk pameran dan ruang samping yang dipakai untuk perpustakaan. Tapi karena semakin aktif dan banyak acara, jadinya ruang keluarga pun dipakai. 

Penampilan pertama dibuka oleh Jon Kastella. Jon punya perawakan tinggi, besar, dan berkulit gelap. Sebelum nyanyi, ia banyak menghela nafas dalam sekali hentakan. Ia pun sempat salah tingkah menempatkan kaki sebagai penyangga gitar. Sepertinya dia grogi sekali. Hehe. Tapi saat ia mulai menyanyi, amboiii.. suaranya merdu sekali.

video


Pria yang tergabung dalam sebuah orkestra yang gemar memainkan lagu Indonesia lama dan lagu Hindia-Belanda ini mengaku banyak mendengar lagu-lagunya Eros Djarot dan Guruh Sukarnoputra. Dari tiga lagu yang ia nyanyikan, saya paling senang saat ia nyanyi lagu Hujan dari A.T. Mahmud. Apalagi lagu itu dipersembahkan dan dinyanyikan di depan Layka, anaknya Mbak Herra. Manis!

Selanjutnya adalah penampilan dari Senartogok. Pria berambut gondrong ini menyanyikan tiga lagu. Lagu pertama terinspirasi dari penyair favoritnya, lagu kedua berjudul Predasi Lorong Urban yang terinspirasi dari fenomena penggusuran, dan lagu terakhir terinspirasi dari sembilan ibu dari Rembang yang sempat mewarnai berita karena menyemen kaki mereka di depan istana. 

Senartogok

Sky Sucahyo

Kemudian datanglah seorang perempuan bernama Sky Sucahyo yang pemalu dan suaranya manis. Ia menyanyikan musikalisasi puisinya Taufik Ismail. Ia juga menciptakan lagu-lagunya sendiri dengan tema-tema yang ringan seperti cerita tentang digantungin pacar atau cerita tentang anak kosan.

Nah, ini dia puncaknya. Yang punya hajatan yaitu Oscar Lolang akhirnya nyanyi juga. Dibandingkan para penyanyi sebelumnya, memang ia yang nyanyi paling keras dan paling semangat. Hehe. Saya sukaa sekali saat ia duet dengan Jon Kastella menyanyikan Moonshadow dari Cat Stevens. Suara mereka harmonis sekali.

video


Oscar ini istimewa, ia menyanyikan banyak sekali lagu-lagu dengan berbagai bahasa seperti Indonesia, Inggris, Jepang, dan Perancis. Bahkan ia juga melakukan monolog tentang orang-orang dari berbagai negara yang sedang berkumpul--termasuk orang-orang Italia dan Spanyol. Oscar mengucapkan bahasa Inggris patah-patah dengan logat dari masing-masing daerah. Ternyata dia memang punya ketertarikan untuk menirukan logat-logat asing. Hehe, menghibur. Sampai menghiburnya, suara dia sampai habis.

Banyak momen hangat dan menyenangkan karena Oscar aktif mengajak penonton untuk terlibat dan bernyanyi. Salah satu penonton yang merupakan perwakilan warga Cigadung meminta Oscar untuk menyanyikan lagu Kumbaya. Kumbaya adalah lagu klasik tradisional Amerika yang seharusnya disebut Come By Here tapi dialek orang-orang kulit hitam terdengar lagu tersebut berjudul Kumbaya. Meski sebagian orang baru mendengar, tapi pada akhirnya Oscar bisa menciptakaan koor yang mengesankan.

No comments: