Skip to main content

My New Favorites

Hai, pembaca budiman, dan terutama teman-teman yang sudah subscribe blog ini. Apa kabar? :)

Kabar saya baik, agak lelah, dan sudah beberapa bulan ke belakang merasa tidak fit. Mungkin karena lebih banyak beraktivitas fisik yaitu olahraga, mempersiapkan pernikahan sehingga harus bolak-balik Jakarta-Bandung, dan meluangkan pikiran untuk memikirkan hambatan-hambatan untuk menikah. Hambatan bukan secara teknis saja, tapi hambatan secara mental seperti kompromi dengan kepribadian pasangan juga hadir. Berhadapan dengan ketakutan-ketakutan dalam pernikahan seperti pengekangan, masalah ekonomi, hingga perselingkuhan yang umum ditemui kehidupan pernikahan orang yang saya kenal. Dan setahun belakangan hal ini betul-betul direbus hingga matang. Dilebur dan ditempa terus biar nanti jadi perhiasan emas yang baik.

Belakangan ini saya banyak melarikan diri pada buku atau menghabiskan malam sambil nonton YouTube. Ada dua hal yang saya sadari bahwa saya menemukan kesukaan baru yaitu video game dan make up. Sebetulnya kebiasaan nonton dua hal tersebut sudah lama, hanya sekarang makin intens. Saya senang sekali menonton orang yang lagi main game, terutama game yang story oriented seperti The Last of Us, Uncharted, Until Dawn, Catherine, The Last Guardian, dan banyak lainnya. Kesukaan pada video game ini bermula saat saya lihat seorang gamer bernama PewDiePie--yang belakangan lebih tepat disebut entertainer ketimbang gamer. Ternyata game itu seru juga karena ceritanya justru lebih seru dan lebih kaya daripada film, serta visual mereka sangat bagus.

Body care juga kesukaan. Simak videonya di sini.



Berikutnya adalah tentang kecantikan. Jadi saya senang lihat tutorial make up. Dulu seorang YouTuber bernama Michelle Phan semacam booming sekali. Saya senang lihat dia make up. Rasanya seperti menggambar di atas muka. Karena Michelle Phan sekarang sudah tidak aktif, saya lihat berbagai beauty guru lainnya seperti Tati dan Jeffree Star. Haha. Seru sih melihat produk make up tanpa harus membeli, melihat cara kerja produk tersebut, dan melihat skill pemakainya. Dan FYI, saya tidak reguler pakai make up. 

Terus sekarang orang lain suka usil bilang, "Wah Nia lagi lihat makeup untuk referensi nikahan." Please deh, I already watched it since two years ago. Atau "Wah Nia rajin olahraga buat persiapan nikah ya?" Waduh kayaknya saya sudah rajin olahraga sebelum kenal sama masnya deh. Enggak segalanya perlu dihubungkan dengan kawin-mawin. :)

Balik lagi ke topik utama, ternyata lucu juga menyadari bahwa kita menemukan hal-hal baru yang mulanya tidak akan kita tahu bahwa nantinya akan kita gemari. Dulu pengetahuan kegemaran saya paling hanya nulis dan buku, tapi sekarang berkembang. Bahkan kalau saya mau fokus di hal-hal baru tersebut bisa jadi ladang kerjaan yang baru, ya menulis skenario untuk game, jadi beauty reviewer. Mungkin ini bisa berguna untuk teman-teman yang belum menemukan passion-nya. Keep looking and keep exploring.

Comments

Popular posts from this blog

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…

Blessed but Stressed

Tanpa terasa kandungan mulai masuk trimester ketiga. Minggu depan memasuki bulan ke delapan, tepatnya. Iya, tanpa terasa. Waktu trimester pertama itu rasanya minggu berganti lamaa banget. Bawaannya pengin cepet besar karena enggak sabar menimang adik bayi. Tapi ternyata benar apa dibilang orang-orang bahwa semakin tua kandungan maka waktu akan terasa semakin cepat. Kandungan yang berkembang cepat pun linear dengan stres yang datang karena berbagai tekanan seperti biaya melahirkan, masalah administrasi untuk kemungkinan memakai BPJS, persiapan peralatan bayi, hingga perasaan tidak mampu mengurus anak dalam waktu lama.

Aih, curhat banget, sis?

Survey ke berbagai rumah sakit yang dekat rumah menunjukkan bahwa biaya melahirkan itu mahal sekali. Apalagi kalau, amit-amit jabang bayi, harus sectio caesarea (SC). Contohnya, Rumah Sakit Limijati yang paling dekat rumah bisa mencapai angka 17-20,5 juta untuk lahiran normal di kelas 1, sedangkan SC-nya 30-35 juta. Wah, walau saya punya asuransi…