Skip to main content

Acne Oil by Shoppasoap | Is It Magic?

On Instagram, there is a brand who is claim that every ingredients of their brand are natural and handmade process. No paraben, no chemical things. The testimonials from their clients are phenomenal! They say that they can see the result within a days. Acne, eczema, psoriasis, redness, scars, you name it.. the results are great! Most of them are healed. Wait until you see the screen capture from messenger about client's positive testimony. 

I am triggered and it piqued my curiosity. Because of Mineral Botanica Acne Serum doesn't work really that well, I decide to buy Acne Oil by Shoppasoap. The texture is kind of thick and it smell reminds me of herbal scent. I put it on the acne area before I sleep. I don't recommend to use it on daylight because this acne oil doesn't absorb easily to the skin so it will be greasy. You don't want your make up be messy, do you?

And all my acnes are diminished and red spots are fading. It is not entirely vanished but it does work well! Geez, what kind of sorcery is this?!



Shoppasoap sells two different kind of acne oil. First, acne oil for cystic and red acnes. Second, acne oil turmeric for zits. Unfortunately, there is no composition written on the packaging. But as I google it, I find that acne oil turmeric contains cold process infused carrier oil jojoba with neem leaf, turmeric, and comfrey leaf. And Shoppasoap also sells acne scar serum.

My acnes are both cystic and zits. I have zits most of the time and cystic only appears when I'm on my period. So I need a different treatment for my different acne problems. My cystic acne are gone for now but I still have a lot of acne scars. I think it will be work best if I use acne scar serum instead of continue using the acne oil. I think.

I like this product a lot. I definitely gonna repurchase this. But for your consideration, beside there is no ingredients on its label, this brand also haven't registered in BPOM (or Indonesian national agency of drug and food control). You choose. ;)

Comments

Popular posts from this blog

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…

Prenatal Yoga atau Senam Hamil?

Calon ibu yang mengandung anak pertama seperti saya pasti mengalami kebingungan. Di tiga bulan pertama, biasanya bingung makan apa saja yang baik dan tidak untuk bayi, bingung memilih dokter, membatasi aktivitas, dan bingung membawa diri karena badan serba enggak enak (seperti mau sakit flu yang tidak kunjung sembuh, hehe). Tiga bulan kedua biasanya mulai menikmati, merasa unstoppable meskipun sedang hamil, mulai memakai minyak untuk mencegah strecth mark. Dan di bulan ketiga kembali bingung seperti harus mengambil keputusan terakhir rumah sakit atau dokter untuk persalinan, persiapan biaya, persiapan perlengkapan bayi, hingga persiapan pengetahuan tentang persalinan dan bayi.

Di tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang stres yang dialami saat memasuki trimester ketiga. Hal yang belum saya bahas adalah pengetahuan tentang persalinan, menyusui, dan cara merawat bayi yang harus diketahui. Pengetahuan ini memang sebaiknya dipelajari di bulan ketiga. Alasannya ialah agar tidak lupa. Heh…