Skip to main content

Tulisan Saya

1. Tertulis di Bebatuan Gunung Padang





2. Bromo di Balik Pasir






3. Keelokan Uap Panas Kamojang




4. Anak Krakatau


Travel Club Magazine (September, 2012)

5. Dieng, Kediaman Dewa-Dewi


Merpati Archipelago Inflight Magazine, September 2012

6. Kampung Laut


National Geographic Traveler Magazine, Februari 2013

7. Saya bekerja sebagai content coordinator untuk majalah ANZ FirstPriority Magazine. Bisa diunduh gratis di Google Play and Apple Appstore. Hanya tersedia untuk Android tab dan iPad.



8. Empowering Indonesia


FirstPriority Magazine, 2014. Ditulis oleh saya dan teman saya, Harry Nugraha

9. Investasi Properti di Bali


BTN Prioritas, 2014

10. Alluring Legacies

FirstPriority Magazine, 2014. Dutlis oleh saya dan teman saya, Gisela Ayu

11. Shine Among The Stars

FirstPriority Magazine, 2014

12. Radiant Scents for Your Second Skin

FirstPriority Magazine, 2014
13. For Your Fabulous Trip

FirstPriority Digital Magazine, 2014
 14. The Sweetest Thing

FirstPriority Digital Magazine, 2014

15. Eating Well For Seniors

FirstPriority Digital Magazine, 2014


16. Fusion of The Cuisine

My Priority Digital Magazine, 2015

Comments

Jimmy Kokong said…
kak.. jadi jurnalis ya? hebat euy..
Nia Janiar said…
Iyaa. Heheee.
nengnunuz_ said…
Ka Nia, tulisannya keren ih masuk majalah terus.. Masuk NatGeo pula..

Nia Janiar said…
Hehe, makasihh. :D

Popular posts from this blog

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…

Blessed but Stressed

Tanpa terasa kandungan mulai masuk trimester ketiga. Minggu depan memasuki bulan ke delapan, tepatnya. Iya, tanpa terasa. Waktu trimester pertama itu rasanya minggu berganti lamaa banget. Bawaannya pengin cepet besar karena enggak sabar menimang adik bayi. Tapi ternyata benar apa dibilang orang-orang bahwa semakin tua kandungan maka waktu akan terasa semakin cepat. Kandungan yang berkembang cepat pun linear dengan stres yang datang karena berbagai tekanan seperti biaya melahirkan, masalah administrasi untuk kemungkinan memakai BPJS, persiapan peralatan bayi, hingga perasaan tidak mampu mengurus anak dalam waktu lama.

Aih, curhat banget, sis?

Survey ke berbagai rumah sakit yang dekat rumah menunjukkan bahwa biaya melahirkan itu mahal sekali. Apalagi kalau, amit-amit jabang bayi, harus sectio caesarea (SC). Contohnya, Rumah Sakit Limijati yang paling dekat rumah bisa mencapai angka 17-20,5 juta untuk lahiran normal di kelas 1, sedangkan SC-nya 30-35 juta. Wah, walau saya punya asuransi…